Umumnya pengidap gagal ginjal akut menjalani perawatan di
rumah sakit. Namun jika gejalanya sudah membaik, mereka
diperbolehkan untuk melakukan rawat jalan dengan beberapa
ketentuan berikut ini:
-
Tetap dianjurkan agar pasien berkonsultasi dengan dokter
ahli urologi dan ahli ginjal.
-
Mengobati infeksi yang menjadi penyebab gagal ginjal akut.
-
Memperbanyak konsumsi air mineral untuk menghindari
dehidrasi.
-
Melakukan tes darah untuk memonitor tingkat kreatinin dan
garam.
-
Menghentikan pengobatan apa pun yang berisiko menyebabkan
gagal ginjal akut.
Pengidap gagal ginjal sebaiknya menjalani perawatan di rumah
sakit apabila:
Adanya risiko penyumbatan urine.
-
Penyakit yang menyebabkan gagal ginjal akut membutuhkan
pengobatan segera.
Kondisi pasien semakin parah.
Pasien terkena komplikasi gagal ginjal akut.
Diagnosis penyakit gagal ginjal (CKD) melibatkan beberapa
langkah evaluasi dan pengujian. Berikut adalah proses umum
yang digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit gagal
ginjal:
- Riwayat Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik:
Dokter akan mengumpulkan riwayat kesehatan lengkap untuk
memahami faktor risiko dan gejala yang mungkin terkait
dengan gagal ginjal. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk
mencari tanda-tanda fisik yang dapat mengindikasikan masalah
ginjal.
- Pemeriksaan Darah:
Tes darah termasuk pengukuran kadar kreatinin dan urea
nitrogen. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah dapat
menjadi indikasi kurangnya fungsi ginjal.
- Tes Urin:
Pemeriksaan urin akan dilakukan untuk menilai jumlah
protein, darah, dan elektrolit dalam urine. Kehadiran
protein dalam urine (proteinuria) dapat menjadi tanda
masalah ginjal.
- Pengukuran Tingkat Filtrasi Glomerulus (GFR):
GFR mengukur seberapa efisien ginjal menyaring darah. Tes
ini memberikan gambaran tentang tingkat fungsi ginjal.
- Gambaran Radiologis:
Pemeriksaan gambaran seperti ultrasound ginjal dapat
membantu dalam memeriksa ukuran dan struktur ginjal.
- Biopsi Ginjal (Jika Diperlukan):
Dalam beberapa kasus, terutama jika ada kecurigaan penyakit
ginjal spesifik, dokter dapat melakukan biopsi ginjal. Ini
melibatkan pengambilan sampel jaringan ginjal untuk
pemeriksaan mikroskopis.
- Evaluasi Penyebab Gagal Ginjal:
Dokter juga akan mencoba menentukan penyebab gagal ginjal.
Pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan tekanan darah dan
tes untuk diabetes, dapat dilakukan untuk mengetahui
penyebab mendasar CKD.
Setelah hasil pengujian didapatkan, dokter akan mendiagnosis
tingkat keparahan penyakit gagal ginjal berdasarkan sistem
klasifikasi stadium CKD. Diagnosis yang tepat memungkinkan
perencanaan pengelolaan yang sesuai, termasuk pengendalian
tekanan darah, manajemen penyakit penyebab, dan perubahan gaya
hidup yang dapat membantu memperlambat progresi penyakit.
Penting untuk dicatat bahwa mendiagnosis penyakit gagal ginjal
memerlukan kerjasama antara pasien dan tim kesehatan untuk
memahami dan mengelola kondisi tersebut dengan baik.